“Aakuuu bebaas!!!”, teriaknya. Lepaslah sudah ia dari belenggu yang
mengekangnya dalam satu bulan penuh ini. Nyengir. Jingkrak-jingkrak. Walaupun
ia risih dengan gema takbir yang membahana, tapi ia tetap merayakannya
kebebasannya itu. Setidaknya, ada pesta kemilau dan ledakan percon yang juga
tak kalah hebohnya dengan takbir.
“Allahuakbar…Allahuakbar…Allahuakbar… Laa ilaha illallahu Allahuakbar
Allahuakbar… Walillahilhamd. . .”
“psssiuuu…. duaarrr…!!! psssiuuu…. duaarrr…!!!”
Ia adalah setan. Entahlah, ia dari golongan jin atau manusia....