Sahabat Sejati di Dunia dan Akhirat

Orang-orang beriman memiliki satu sahabat sejati di dunia dan akhirat. Sahabat yang takkan pernah meninggalkannya, yang mendampinginya di masa sulit, dan menjadi penolongnya. Sahabat yang selalu bersamanya sejak lahir hingga kematiannya, dan yang melindungi dari para musuhnya. Sahabat ini paling dapat dipercaya melebihi siapa pun, dan yang memberi tanpa meminta balasan apa pun. Sahabat yang tak ada bandingnya itu adalah Allah.

Allah-lah sahabat terpercaya dan terdekat bagi orang beriman. Dia melindungi kelemahan dan memaafkan kekeliruan hamba-Nya. Dialah yang memberi kehidupan lebih baik serta kebahagiaan abadi di akhirat bagi mereka yang beriman.

Mereka yang tidak memahami ini, menghabiskan hidup dengan mencari orang kaya atau kekuatan yang dapat mereka andalkan. Singkatnya, mereka berusaha mendapatkan seseorang yang diyakini cukup andal untuk mengatasi permasalahan mereka dalam bebagai keadaan. Sayangnya, ketika melakukan ini, mereka melupakan Allah, Pencipta mereka, yang menjadikan mereka mampu menjalani kehidupan. Mereka berpaling kepada setan, yang tak bermanfaat apa pun bagi hidup mereka selain keburukan, dan mencegah mereka dari kenikmatan surgawi di akhirat nanti. Inilah gerbang menuju dunia yang kelam, awal kehidupan orang-orang yang merugi di akhirnya.

Sebaliknya, mereka yang mengimani Allah dengan tulus, hidup mulia dan penuh keberuntungan. Mereka terbebas dari segala penderitaan dan kerugian. Sebab, Allah telah berjanji bahwa mereka yang beriman kepada-Nya, yang tetap berpegang pada agama dan ajaran-Nya akan diselamatkan. Dia akan memberi mereka pahala yang besar di akhirat. Allah-lah satu-satunya teman sejati dan pelindung orang beriman di dunia dan akhirat.

Allah Pelindung orang-orang yang beriman; Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada cahaya (iman). Dan orang-orang yang kafir, pelindung-pelindungnya ialah setan, yang mengeluarkan mereka dari cahaya kepada kegelapan (kekafiran). Mereka itu adalah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya. (QS. Al Baqarah, 2:257)

Al Waliy Maha Melindungi

Orang-orang beriman memiliki satu sahabat sejati di dunia dan akhirat. Sahabat yang takkan pernah meninggalkannya, yang mendampinginya di masa sulit, dan menjadi penolongnya. Sahabat yang selalu bersamanya sejak lahir hingga kematiannya, dan yang melindungi dari para musuhnya. Sahabat ini paling dapat dipercaya melebihi siapa pun, dan yang memberi tanpa meminta balasan apa pun. Sahabat yang tak ada bandingnya itu adalah Allah.

Allah-lah sahabat terpercaya dan terdekat bagi orang beriman. Dia melindungi kelemahan dan memaafkan kekeliruan hamba-Nya. Dialah yang memberi kehidupan lebih baik serta kebahagiaan abadi di akhirat bagi mereka yang beriman.

Mereka yang tidak memahami ini, menghabiskan hidup dengan mencari orang kaya atau kekuatan yang dapat mereka andalkan. Singkatnya, mereka berusaha mendapatkan seseorang yang diyakini cukup andal untuk mengatasi permasalahan mereka dalam bebagai keadaan. Sayangnya, ketika melakukan ini, mereka melupakan Allah, Pencipta mereka, yang menjadikan mereka mampu menjalani kehidupan. Mereka berpaling kepada setan, yang tak bermanfaat apa pun bagi hidup mereka selain keburukan, dan mencegah mereka dari kenikmatan surgawi di akhirat nanti. Inilah gerbang menuju dunia yang kelam, awal kehidupan orang-orang yang merugi di akhirnya.

Sebaliknya, mereka yang mengimani Allah dengan tulus, hidup mulia dan penuh keberuntungan. Mereka terbebas dari segala penderitaan dan kerugian. Sebab, Allah telah berjanji bahwa mereka yang beriman kepada-Nya, yang tetap berpegang pada agama dan ajaran-Nya akan diselamatkan. Dia akan memberi mereka pahala yang besar di akhirat. Allah-lah satu-satunya teman sejati dan pelindung orang beriman di dunia dan akhirat.

Allah Pelindung orang-orang yang beriman; Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada cahaya (iman). Dan orang-orang yang kafir, pelindung-pelindungnya ialah setan, yang mengeluarkan mereka dari cahaya kepada kegelapan (kekafiran). Mereka itu adalah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya. (QS. Al Baqarah, 2:257)

Banyaklah Berzikir ...

Asthaghfirullohal 'Adzim .... Berdzikir mengingat Alloh SWT, memiliki banyak hikmah diantaranya kita akan selalu terjaga dari perbuatan dosa. Karena dengan berdzikir, kita selalu mengingat Alloh, mengingat segala perintah dan larangan.

Diriwayatkan oleh Abu Hurairah r.a.. Ia berkata bahwa Rasulullah saw. Bersabda, "Sesungguhnya Allah SWT memiliki malaikat-malaikat yang berkeliling di jalan-jalan guna mencari hamba ahli berzikir. Jika mereka mendapati kaum yang selalu berzikir kepada Allah SWT, mereka menyerunya, `Serukanlah kebutuhan kalian.' Kemudian mereka membawanya dengan sayap-sayapnya ke atas langit bumi. Lalu mereka ditanya oleh Rabb-nya (Dia Maha Mengetahui), `Apa yang dikatakan oleh hamba-hamba-Ku?' Para malaikat menjawab, `Mereka menyucikan dan mengagungkan Engkau, memuji dan memuliakan Engkau.' Allah berfirman, `Apakah mereka melihat-Ku?' Para malaikat menjawab, `Tidak, demi Allah, mereka tidak melihat-Mu.' Allah berfirman, `Bagaimana kalau mereka melihat Aku?' Para malaikat berkata, `Kalau mereka melihat-Mu, tentunya ibadah mereka akan bertambah, tambah menyucikan dan memuliakan Engkau.' Allah SWT berfirman, `Apa yang mereka minta?' Para malaikat berkata, `Mereka memohon surga kepada-Mu.' Allah berfirman, `Apakah mereka pernah melihatnya?' Para malaikat berkata, `Tidak, demi Allah, mereka tidak pernah melihatnya.' Allah SWT berfirman, `Bagaimana kalau mereka melihatnya?' Para malaikat berkata, `Kalau mereka melihatnya, niscaya mereka akan semakin berhasrat serta tamak dalam memohon dan memintanya.' Allah SWT berfirman, `Pada apa mereka memohon perlindungan?' Para malaikat berkata, `Mereka memohon perlindungan dari neraka-Mu.' Allah SWT berfirman, `Apakah mereka pernah melihatnya?' Para malaikat berkata, `Kalau mereka melihatnya, niscaya mereka akan semakin berlari menjauhinya dan semakin takut.' Allah SWT berfirman, `Kalian Aku jadikan saksi bahwa Aku telah mengampuni mereka.'

Salah seorang dari malaikat itu berkata, `Di dalam kelompok mereka terdapat si Fulan yang bukan bagian dari mereka. Ia datang ke sana hanya untuk suatu keperluan.' Allah SWT berfirman, `Anggota majelis itu tidak menyengsarakan orang yang duduk bergabung dalam majelis mereka.'"


Pertama Kali Ke Jakarta

Blem ... bleemmmm .... bleemmmm. Gadung .... gadung .... gaduungggg ...
Itulah kalimat yang terdengar dari mulut para kondektur bis, ketika kita berada di terminal Jakarta. Bleemmmm (blok M) ..... gadung (Pulogadung)

Pertama sekali Ucok datang ke Jakarta, dia coba jalan-jalan mau tahu keadaan Jakarta, Pertama dia pergi ke Terminal Pulo Gadung.

Kondektur : "Blok M... blok M....." lalu naiklah Ucok ke bus jurusan blok M.

Ucok : Selama dalam perjalanan .... setiap orang mau turun selalu sebut nama halte.

Rupanya Ucok gak tahu .... dikira kalo mau turun harus sebut nama.

Penumpang lain : "Senopati.. kiri!!", bus berhenti.

Penumpang lain : "Sudirman.. kiri!!", bus berhenti.

Ucok : KetikaUcok mau turun, .... dengan yakin ucok teriak,

Ucok : "Tahan ...... Sihombing kiri!!", bus ternyata jalan terus,

Ucok : Teriak lagi, "Tahan ..... Sihombing.... kiri!!", berulang kali sampai akhirnya semua penumpang bis melihat ke arah ucok.

Ucok : Berdiri menghampiri kondektur, "Bang kau tuli ya aku mau turun .... tadi aku sudah teriak-teriak Tahan .... Sihombing kiri, kok bis jalan teruuuuus." Abang budek kali yaaa.... berapa kali aku teriak-teriak ....

Ucok : " Penumpang lain tinggal sebut nama, bus bus langsung berhenti, giliran aku sebut nama .... kau jalan terus ... belum tahu siapa aku ya ....?"

Kondektur : " Maaf bang .... yang mereka sebut itu adalah nama halte bus, dan di Jakarta gak ada nama Halte Sihombing ...., tidak ada, makanya bis tak berhenti, jalan teruuuus."

Ucok : "Maaf juga bang lain kali buatkan halte Tahan Sihombing....."

Sebuah Catatan Di Hari Jum'at

Banyak diantara kita sering merasa minder, karena kekurangan dan kelemahan yang kita miliki. Kenapa? Karena kita pun acap kali memandang dengan belas kasihan orang lain yang memiliki kelemahan, sementara orang tersebut tidak ingin dikasihi. Berikut ceritera menarik yang dapat dijadikan sebagai contoh ...

Waktu sudah menunjukkan pukul 11.30, tapi saya belum bergerak dari tempat duduk saya sedari pagi, padahal seharusnya saya sudah melangkah ke masjid untuk melaksanakan kewajiban jum'at. Iya...kewajiban Shalat Jum'at. Ah......sepertinya ada yang salah dengan diri saya; keengganan saya diakibatkan oleh menumpuknya pekerjaan yang belum mampu terselesaikan, dan harus selesai hari itu juga. Dengan sangat berat saya harus meninggalkan pekerjaaan saya sebentar dikarenakan ada yang jauh lebih berat saya tinggalkan; yaitu kewajiban saya sebagai seorang laki-laki untuk melaksanakan Shalat Jum'at"

Untunglah sesampainya di masjid masih sempat saya dapat mendengarkan "khotbah", mujur sekali saya ini, pikir saya; lain kali semoga saya tidak setelat ini.....Dan konsekuensi dari keterlambatan saya berangkat shalat jum'at ternyata membawa hikmah tersendiri...SAYA KEHABISAN TEMPAT !!!!!, Tak ada jalan lain selain berdiri diluar ditengah teriknya matahari yang menyengat. Matahari siang itu sekilas terkekeh tiap kali melihat saya mengusap keringat dan memperingati saya "salah lu sendiri dateng telat...!!!

Dalam terik matahari yang menyengat saya menyempatkan duduk diluar; semua jamaah shalat waktu itu menengadahkan tangan mengikuti doa tak terkecuali saya. Tanpa sengaja ketika saya melirik ke orang disamping saya, mata saya tertuju ke ujung tangan orang itu...wahhhhhh.....hati saya berdesirrr kencang, TANGAN orang itu hanya mempunyai 2 JARI saja..!!!!!. Saya memang sangat kaget dengan ujung tangan TANGAN orang itu, tapi yang membuat hati saya BERDESIR adalah "DIA TIDAK MALU MENENGADAHKAN TELAPAK TANGANNYA walau hanya mempunyai 2 JARI !!!!". Saya berfikir demikian karena; siapapun orangnya akan malu jika mempunyai kekurangan seperti ini, dan rasa malu akan membuatnya menekukkan tangannya hanya untuk tidak terlihat oleh orang lain......

Ketika mata saya terpaku dengan ujung telapak tangannya, tiba-tiba orang ini menoleh pada saya dan berkata "kenapa mas? aneh ya?" sambil tersenyum...Saya gugup dan mengalihkan pandangan saya ke tempat lain. bacaan Iqomah berkumandang dan tibalah kami untuk shalat Jum'at. Kami semua berdiri, dan orang disamping saya juga melakukan hal yang sama. Hati saya tetap berdesir dan semakin berdesir ketika dia "menganggat kedua tangannya" sembari mengucap takbiratul ikhram.

Ketika bacaan salam, hampir semua Jamaah salat waktu itu saling bersalaman dengan sebelah kanan dan kirinya, saya sendiri menyalami orang yang ada disebelah kanan saya tapi saya agak ragu untuk menyalami orang disebelah kiri saya, dikarenakan saya takut dia tersinggung.....tapi sangat diluar dugaan DIA malah MEMULAI menyalami orang disebelah kiri, depan dan belakangnya, tidak TERKECUALI saya..dia menyalami saya dengan KEDUA TANGANNYA yang HANYA PUNYA 2 JARI; TANPA RAGU; TANPA MENGURANGI SENYUM dan MEMINTA SAMBUTAN ULURAN jabatan tangan dari saya....

Catatan Kaki :
Memang saya akui Jabatan tangan saya lebih kuat darinya; tapi ULURAN tangannya yang JAUH tidak LEBIH kuat dari saya ternyata mampu MENGURAS trenyuh nurani saya...
Dikirim Oleh Kang Artha Saturday, March 27, 2010

Pangeran Samodra ( Boso Jawi )

Legenda Gunung Kemukus utawa Legenda Pangeran Samodra iku asale utawa dikenal neng desa Pendem, Kecamatan Sumberlawang, kabupaten Sragen, 26 kilometer saka tlatah Surakarta mengidul. Neng Gunung Kemukus iku ana sarean kramate Pangeran Samodra sing saiki papane kanggo obyek wisata neng kabupaten Sragen.


Saben malem jum’at pon, kuburan kramat Pangeran Samodra iku ditekani wong akeh saka ngendi-ngendi sing biasane arep nggolek pesugihan.
Sejatine sing diarani Gunung Kemukus iku beda karo gunung-gunung liyane, kayata Gunung Merapi, Gunung Merbabu, lan sakpiturute. Gunung Kemukus iku dhuwure mung 300 meter saka permukaan laut. Dadi sakjane Gunung Kemukus iku mung gunung anakan. Jeneng “Kemukus” iku sejatine saka jeneng wit kemukus, kaya wit ringin, nanging ora nduwe sulur (akar gantung). Godhonge bisa dienggo tamba. Ananging sumber liyane nyebutake yen jeneng “Kemukus” kuwi saka tembung “Kukus”, amarga saka gunung kuwi kerep metu keluk sing asale saka obong-obongan menyan sing dadi sarat wong-wong sing padha njaluk berkah neng makam kramate Pangeran Samodra.
Miturut cerita saka masyarakat, Pangeran Samodra iku putrane Pangeran Kadilangu utawa.Sunan Kalijaga sing gagah, bagus, lan tuture alus, ananging yen diusut lewat sejarah, putrane Sunan Kalijaga iku jenenge Sunan Muria. Mulane legenda iku isih mbingungke..
Nalika semana, Kerajaan Majapahit pecah amarga ana pemberontakan Girindrawardana, priyayi-priyayi lan punggawan-punggawan padha mlayu nyelametake awake dhewe-dhewe. Ana sing lunga neng Gunung Tengger, ana sing nyebrang neng Bali. Pangeran Samodra bingung, arep melu lunga apa pilih tetep neng kono.
“Aja melu-melu para priyayi lan punggawan sing padha pilih nyingkir saka kene Pangeran Samodra. Meluwa aku wae! Aku arep pindhah neng Demak, banjur ngedekke pemerintahan neng kana”, ngendikane Raden Patah.
“Sendika dhawuh Raden”, semaure Pangeran Samodra.
Akhire Pangeran Samodra lan ibu kuwalone, Dewi Ontrowulan pindah Raden Patah neng Demak.
Tekan Demak, Raden Patah sak rombongane nyiapke pemerintahan dinggo nglawan Girindrawardana sing saiki nguwasani Majapahit. Raden Patah banjur nimbali Pangeran Samodra supaya ngadhep.
“Wonten dawuh punapa Raden?”.
“Pangeran Samodra, aku iki lagi nyiapke pemerintahan sing kuwat kanggo nglawan Girindrawardana, mula iku kanggo jaga-jaga lan supaya pemerintahane kuwat, aku pengen nglumpukake para priyayi lan punggawan-punggawan sing padha nyingkir, kocar-kacir ora nggenah. Aku ngutus njenengan supaya nggoleki lan nglumpukke para priyayi-priyayi lan punggawan-punggawan sing padha lunga kuwi, supaya pemerintahanne Demak bisa luwih kuwat nglawan Girindrawardana.
“Sendika dhawuh Raden”.
Tanpa kakeyan mikir, Pangeran Samodra langsung nyanggupi. Bareng wis budal, Pangeran Samodra rada kangelan anggone nggoleki para Punggawan lan priyayi amarga dheweke ora ngerti panggonane wong-wong iku saiki lan ana sing sengojo ndelik amarga ngerti yen lagi digoleki dening Pangeran Samodra.
Bareng suwe olehe Pangeran Samodra nggoleki, akhire neng lereng Gunung Lawu, Pangeran Samodra ketemu karo Raden Gugur. Banjur ketemu Raden Bethara Katong, sing biasane dikenal wong nganggo jeneng Adipati Ponorogo, Adipati Madiun, lan akeh meneh sing akhire gelem balik ndukung Raden Patah.
Neng Demak, Dewi Ontrowulan dadi kangen banget karo anak kuwalone, Pangeran Samodra.
“Pangeran Samodra, kapan sliramu bali neng Demak? Wis suwe anggonmu lunga ngemban tugas, ananging kena apa, tekan saiki sliramu ora bali-bali?”, ngomonge Dewi Ontrowulan nalika dheweke ngalamun neng kamar.
Pangeran Samodra wiwit lara-laranen amarga kekeselen.
“Pangeran Samodra, gandheng panjenengan nembe gerah, punapa mboten luwih sekeco panjenengan kondur kemawon dhateng Demak?”, mature prajurit marang Pangeran Samodra.
Bareng rombongan wis tekan neng dukuh barong, Pangeran Samodra lara meneh.
“Wis ngene wae, gandheng awakku lagi lara, awakku kayane ya ra kuwat, mendhing aku keri neng kene wae. Kowe-kowe padha baliya neng Demak, laporan karo Raden Patah. Karo tulung aturke sembah sungkem kagem kanjeng ibu, Dewi Ontrowulan”. Ngendikane Pangeran Samodra marang prajurit-prajurite.
Nalika prajurit loro mau mangkat lunga neng Demak, larane Pangeran Samudra saya nemen . Pangeran Samodra uwis krasa yen Dheweke wis cedhak karo ajale. Pangeran Samodra paring dawuh marang salah siji prajurite sing isih ngancani dheweke.
“Aku wis bener-bener ra kuwat meneh. Kayake aku arep ditimbali Gusti.Yen mengko wis tekan janjiku, dipundhut dening Gusti, tulung aku kuburen neng gunung anakan Kemukus sing panggone sakulone dukuh Barong iki”, ngendikane Pangeran Samodra.
“Ampun ngendikan kados mekaten, Pangeran…”.
Nalika prajurit loro mau tekan Kerajaan Demak Dewi Ontrowulan sedih, krungu kabar yen anake lara. Banjur dheweke njaluk ijin Raden Patah nyusul Pangeran Samodra neng dukuh Barong.
“Raden patah, dalem nyuwun pamit, badhe nyusul Pangeran Samodra dhateng Dukuh Barong. Dalem sampun kangen sanget Raden”.
“Ya Dewi Ontrowulan, enggal budhalo”.
Dewi Ontrowula cepet-cepet nyusul Pangeran Samodra neng Dukuh Barong. Atine Dewi Ontrowulan remuk banget nalika tekan panggonan sing dituju, Pangeran Samodra wis seda, lagi arep dikubur neng gunung anakan Kemukus. Ontrowulan nyusul rombongan wong sing nggawa mayite Pangeran Samodra karo nangis sesenggukan. Dewi Ontrowulan rumangsa perlu nyuceni awake sadurunge nyedhak mayite Pangeran Samodra, akhire Ontrowulan adus neng tlogo tilase sing dinggo ngaduse mayite Pangeran Samodra. Bareng wis resik, Ontrowulan nyusul Pangeran Samodra, pas Pangeran Samodra arep dilebokake neng jogangan kuburan.
Miturut wong-wong sing padha layat, Dewi Ontrowulan sing nyekseni mayite Pangeran dilebokake neng jogangan kuburan mau ngerti-ngerti ora sadar, seda, lan melu nyemplung neng njero jogangan, dadi siji karo Pangeran Samodra. Akhire Pangeran Samodra lan Dewi Ontrowulan dikubur bareng neng sakjogangan.